www.teropongpublik.id – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyatakan pentingnya Reforma Agraria sebagai bagian dari program prioritas nasional. Hal ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan juga diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 mengenai percepatan pelaksanaan reforma tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Kalimantan Timur yang diadakan di Kantor Gubernur pada Kamis, 21 Agustus 2025. Seno Aji berkomitmen bahwa reforma agraria harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, menjadikan mereka lebih sejahtera.
Menurutnya, akses tanah yang adil dan merata akan membawa dampak positif bagi kesehatan ekonomi masyarakat. Dengan kepastian hukum atas lahan yang dimiliki, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
Peran GTRA dalam Sinergi Daerah untuk Kesejahteraan
Seno Aji menyoroti keberadaan GTRA sebagai forum yang penting untuk koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta kementerian terkait. Sinergi ini diperlukan agar program-program yang dilaksanakan bisa terintegrasi dengan baik, memberikan hasil yang maksimal dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Ia juga mengingatkan bupati dan wali kota untuk segera membentuk dan menetapkan Surat Keputusan (SK) Tim GTRA setiap tahunnya. Hal ini bertujuan agar anggaran dapat dialokasikan untuk program penataan akses tanah yang sudah ditentukan dalam rekomendasi GTRA.
Dengan demikian, diharapkan setiap daerah dapat bekerja sama merumuskan langkah-langkah strategis untuk mencapai target reformasi yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini sangat bergantung pada komitmen masing-masing pihak dalam melaksanakan tugas dan fungsi mereka.
Visi dan Misi Dalam Reforma Agraria yang Efektif
Seno Aji menerangkan bahwa reforma agraria bukan hanya persoalan redistribusi lahan, melainkan juga merupakan strategi pembangunan desa yang berlandaskan pada kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, berbagai ketimpangan sosial dan ekonomi dapat dikurangi secara signifikan.
Beberapa tujuan besar dari reforma agraria mencakup pengurangan ketimpangan dalam penguasaan tanah serta penyelesaian sengketa agraria yang kerap terjadi. Melalui langkah ini, diharapkan terwujud kemakmuran yang berbasis pada sumber daya agraria yang ada.
- Membuka peluang kerja yang lebih banyak serta menurunkan angka kemiskinan menjadi prioritas utama.
- Memperbaiki akses masyarakat terhadap ekonomi yang lebih baik sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup.
- Mendorong keberdayaan masyarakat dengan membuka jalan bagi partisipasi aktif dalam pengelolaan sumber daya yang ada.
Kepastian Hukum dan Akses yang Adil untuk Semua
Komitmen dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sangat kuat dalam mendukung akselerasi reforma agraria. Seno Aji menekankan bahwa kebijakan daerah dan sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk merealisasikan cita-cita tersebut.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam upaya ini, berpegang pada prinsip bahwa tanah adalah sumber kehidupan yang harus bermanfaat seluas-luasnya. Melalui kerja sama yang baik, diharapkan reforma agraria ini dapat memberi dampak positif bagi kesejahteraan rakyat.
Dengan adanya dukungan yang solid dari berbagai pihak, diharapkan proyek reforma agraria dapat diimplementasikan dengan efektif. Bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan produktif, semua lapisan masyarakat diharapkan bisa merasakan dampaknya.


