www.teropongpublik.id – Musyawarah Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kalimantan Timur baru-baru ini berhasil memilih Rahmad Mas’ud kembali sebagai ketua untuk periode 2025-2029. Keputusan tersebut diambil dalam sebuah forum yang dihadiri oleh perwakilan dari sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan pada hari Sabtu sore.
Organisasi Pordasi Kaltim telah menjalin kepengurusan di delapan daerah dari total sepuluh kabupaten/kota, menjadikannya sebagai wadah penting untuk mempersatukan atlet, komunitas, dan penggemar olahraga berkuda. Fokus utama dari Pordasi tidak hanya terletak pada kompetisi, tetapi juga pada pengembangan budaya yang berkaitan dengan tradisi berkuda.
Rudi Dandito, selaku Ketua Pordasi Balikpapan, menekankan pentingnya menyusun kalender kegiatan setelah terbentuknya kepengurusan. Dengan adanya agenda ini, Pordasi berharap dapat lebih terstruktur dalam melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan kepengurusan telah terbentuk dan sekarang kami sedang merancang agenda kalender event,” ujar Dandito. Rencana awalnya adalah mengadakan kompetisi setiap tiga bulan yang mencakup jumping, show jumping, dressage, dan bahkan memanah, menjadikan kegiatan ini lebih variatif.
Pordasi Kaltim juga berencana partisipasi dalam event Hari Berkuda Arung (HBA) yang akan berlangsung di Bromo pada 6–7 Desember 2025. Sementara itu, untuk tahun depan, parade berkuda juga akan dimasukkan ke dalam kalender tahunan dalam rangka peringatan HUT Kota Balikpapan. Parade ini diharapkan dapat menampilkan atraksi berkuda yang menghibur serta lebih mendekatkan olahraga ini kepada masyarakat umum.
Pentingnya Pengembangan Olahraga Berkuda di Kalimantan Timur
Pordasi Kaltim percaya bahwa olahraga berkuda dapat berkontribusi positif dalam pengembangan karakter dan keterampilan atlet muda. Olahraga ini mengajarkan disiplin, kerja sama tim, dan tanggung jawab, yang merupakan aspek penting dalam pendidikan dan pelatihan generasi muda.
Tidak hanya itu, olahraga berkuda juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Dengan adanya kegiatan berkuda, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai olahraga ini, serta menganggapnya sebagai bagian dari budaya lokal yang harus dipertahankan.
Dalam konteks pengembangan kawasan, Pordasi juga melihat potensi pariwisata dari kegiatan berkuda. Banyak wisatawan yang tertarik untuk menyaksikan atau bahkan berpartisipasi dalam event berkuda, sehingga dapat mendukung perekonomian lokal.
Untuk mencapai tujuan ini, kerja sama antara pemerintah daerah dan Pordasi menjadi sangat penting. Komunikasi dan koordinasi yang baik antara kedua pihak dapat membuka peluang untuk pengembangan fasilitas dan program pelatihan yang lebih baik.
Program Pelatihan dan Liga Berkuda di Kaltim
Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan Pordasi adalah penyusunan program pelatihan terintegrasi untuk semua atlet. Pelatihan ini direncanakan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan berkuda, tetapi juga mencakup aspek mental dan fisik yang menunjang performa atlet di lapangan.
Adanya liga berkuda yang akan dilaksanakan secara berkala juga diharapkan dapat menjadi ajang kompetisi yang lebih terstruktur. Liga ini memberikan kesempatan bagi atlet pemula untuk mencoba dan mengasah kemampuan sebelum terjun ke tingkat yang lebih tinggi.
Di samping itu, pelatihan akan melibatkan para pelatih berkualitas yang memiliki pengalaman dan pengetahuan luas tentang olahraga berkuda. Hal ini penting untuk memastikan bahwa para atlet mendapatkan bimbingan yang tepat dan efektif.
Pordasi juga berencana untuk mengadakan lanjutan workshop bagi para pelatih agar mereka terus memperbaharui pengetahuannya mengenai teknik dan metode pelatihan terbaru. Dengan demikian, sistem pelatihan dapat semakin meningkat dan lebih banyak atlet berkuda yang berkualitas dapat dihasilkan.
Peran Kontribusi Masyarakat dalam Olahraga Berkuda
Partisipasi masyarakat menjadi elemen yang tak kalah penting dalam pengembangan olahraga berkuda. Tanpa dukungan dari komunitas, kemampuan Pordasi untuk mencapai tujuannya akan terbatas. Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi publik mengenai manfaat serta keindahan olahraga ini.
Melalui event-event yang melibatkan masyarakat, Pordasi berharap dapat menggaet lebih banyak orang untuk berpartisipasi, baik sebagai atlet, penonton, maupun sebagai relawan. Partisipasi aktif masyarakat tidak hanya membantu mempromosikan olahraga ini, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas.
Dari segi pembinaan, Pordasi juga membuka peluang bagi anak-anak dan remaja untuk terlibat dalam program-program pelatihan. Pengarahan sejak dini dapat membantu mereka mencari bakat dan melatih keterampilan mereka dalam berkuda secara serius.
Dengan adanya dukungan ini, tidak diragukan lagi bahwa olahraga berkuda akan semakin dikenal dan berkembang pesat di Kalimantan Timur. Sebuah sinergi antara pemerintah, Pordasi, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan visi tersebut.
Pengambil keputusan dan stakeholder lainnya perlu memahami bahwa melalui olahraga berkuda, bukan hanya prestasi yang diharapkan, namun juga pembentukan karakter dan nilai-nilai positif yang akan diwariskan kepada generasi mendatang. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Pordasi Kaltim optimis mampu menghadapi tantangan ke depan dan meningkatkan kualitas olahraga berkuda di daerah.


