www.teropongpublik.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) terus berkomitmen untuk memfasilitasi kreativitas para pelajar dalam bidang riset dan inovasi. Gelaran Lomba Karya Riset dan Inovasi (LKRI) tahun 2025 menjadi salah satu upaya dalam merangsang semangat inovasi di kalangan generasi muda di Benua Etam.
Ajang tahunan ini menarik partisipasi dari banyak sekolah di daerah setempat, menunjukkan betapa besarnya minat pelajar terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Substansi acara ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga sebagai sarana untuk menyiapkan calon-calon ilmuwan masa depan.
Peserta yang terlibat dalam LKRI ini berasal dari 40 sekolah di tujuh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Dari banyaknya peserta, 14 sekolah terbaik berhasil terpilih untuk mempresentasikan hasil karya riset inovatif mereka di Aula Brida Kaltim pada 14 Oktober 2025.
Wakil Gubernur Kaltim Menyampaikan Harapan untuk Riset Pelajar yang Berkelanjutan
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, hadir dalam acara tersebut, menyaksikan secara langsung kegembiraan dan antusiasme para pelajar. Ia mengungkapkan rasa kagumnya terhadap karya-karya inovatif yang ditampilkan dan mengharapkan agar penelitian tersebut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
Salah satu hasil penelitian yang menonjol adalah karya dari SMA Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra Bontang, yang berjudul “Teknologi Penjernihan Air Berbasis Limbah Sawit dan IoT.” Karya ini dipercaya sangat relevan dengan isu pembangunan berkelanjutan yang tengah dihadapi Kaltim.
Menurut Seno Aji, kegiatan LKRI menjadi platform yang sangat strategis untuk mengembangkan daya kreatif dan pola pikir ilmiah di kalangan pelajar. Kegiatan ini sangat penting dalam mendukung transformasi ekonomi dan inovasi daerah, khususnya menjelang era keberadaan Ibu Kota Nusantara.
Brida Kaltim Bertujuan Meningkatkan Minat Riset di Kalangan Pelajar
Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah, juga berbicara tentang pentingnya LKRI sebagai sarana bagi para pelajar untuk mengasah bakat mereka di dunia riset. Ia menyatakan bahwa antusiasme sekolah-sekolah dalam mengikuti lomba terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sebagai bukti komitmen, Fitriansyah menegaskan bahwa Brida Kaltim akan terus memperluas jaringan dan dukungan untuk mengembangkan ekosistem riset yang melibatkan talenta muda. Hal ini tentunya diharapkan dapat menciptakan lebih banyak inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dia menambahkan, LKRI tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai wadah untuk menumbuhkan minat dan kreativitas siswa di bidang riset. Pelajar yang berpatisipasi diharapkan dapat menghasilkan gagasan-gagasan baru yang konstruktif.
Proses Seleksi dan Pengumuman Pemenang LKRI 2025
Sementara itu, Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Brida Kaltim, Hj Lenny Syafarina, menjelaskan bahwa dari 14 finalis yang terpilih, akan dipilih tiga sekolah terbaik sebagai juara LKRI 2025. Proses penilaian akan dilakukan berdasarkan beberapa kriteria penting.
Beberapa aspek yang akan dinilai meliputi orisinalitas ide, manfaat dari penelitian yang dilakukan, serta kemampuan presentasi para pelajar di depan dewan juri. Penilaian ini bertujuan untuk memastikan bahwa karya yang dihasilkan memiliki dampak nyata di masyarakat.
Setelah seluruh tahap presentasi selesai, pengumuman pemenang rencananya akan dilakukan pada malam penganugerahan penghargaan riset dan inovasi. Momen ini tentu menjadi puncak dari proses yang panjang dan penuh tantangan bagi para peserta.
Dengan semakin banyaknya pelajar yang terlibat dalam dunia riset dan inovasi, diharapkan ke depan akan muncul generasi peneliti muda unggulan. Mereka diharapkan mampu memberikan solusi dan inovasi yang berdampak langsung terhadap masyarakat serta pembangunan daerah di Kalimantan Timur.


