www.teropongpublik.id – Pada akhir bulan Oktober 2025, Indonesia mencatat momen penting dalam perkembangan pasar modal. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa jumlah investor dengan Single Investor Identification (SID) telah mencapai 19,15 juta, dengan investor saham menyentuh angka 8,08 juta, menandakan pertumbuhan yang signifikan dalam kesadaran investasi di Tanah Air.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menggarisbawahi bahwa lonjakan ini mencerminkan minat masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin aktif berinvestasi. Selain itu, kegiatan edukasi mengenai pasar modal yang dilakukan BEI turut berkontribusi dalam pencapaian ini.
Pencapaian yang diraih sepanjang tahun 2025 bukanlah hasil yang instan. Melainkan, merupakan hasil dari kerja keras bersama antara BEI dan berbagai stakeholders melalui serangkaian program yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat.
Serangkaian Kegiatan Edukasi Pasar Modal Sepanjang 2025
Selama tahun 2025, BEI bersama dengan para pemangku kepentingan secara intensif melaksanakan sejumlah kegiatan edukasi. Kegiatan tersebut meliputi Road to Capital Market Summit & Expo (Road to CMSE), FinExpo, dan Virtual Trading Competition (VTC) yang melibatkan mahasiswa dari seluruh Galeri Investasi BEI.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan minat yang tinggi dari generasi muda untuk memahami investasi jangka panjang. Rangkaian kegiatan tersebut berhasil menarik perhatian dan memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi para calon investor.
Dengan lebih dari 101 sesi Road to CMSE yang dilaksanakan di berbagai wilayah, BEI berhasil menjangkau lebih dari 185 ribu peserta. Ini menunjukan bahwa langkah edukasi yang diambil BEI mendapat respons positif dari masyarakat.
Signifikan Peningkatan Jumlah Investor Baru
Tahun 2025 mencatatkan adanya pertumbuhan jumlah investor baru yang sangat signifikan, totalnya mencapai 4,28 juta, atau meningkat 58,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan juga terlihat pada jumlah investor saham baru yang mencapai 1,7 juta orang, meningkat 51,2%.
Angka-angka tersebut menunjukkan peningkatan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa lebih banyak orang kini paham pentingnya investasi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Komitmen BEI dalam melaksanakan edukasi secara terus-menerus menjadi salah satu kunci keberhasilan. Dari Maret hingga Oktober 2025, BEI berkolaborasi dengan berbagai pihak menyelenggarakan 14.993 kegiatan edukasi, melibatkan 14,33 juta peserta.
Antusiasme Publik Terhadap Capital Market Summit & Expo 2025
Kegiatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 menghadirkan antusiasme yang luar biasa dari publik. Dalam dua hari pelaksanaan, acara ini melibatkan 13 narasumber, 6 moderator, dan 88 booth yang menarik banyak perhatian dari masyarakat.
Pendaftaran untuk event ini mencapai angka yang sangat menggembirakan, dengan total 25.180 pendaftar, menunjukkan peningkatan sebesar 105,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Acara ini juga dihadiri oleh 48.308 pengunjung, baik secara langsung maupun melalui platform daring.
Partisipasi publik dalam acara ini menggambarkan bahwa minat masyarakat terhadap edukasi pasar modal semakin tinggi. Hal ini akan semakin memperkuat ekosistem investasi di Indonesia, dan berkontribusi pada pertumbuhan sektor keuangan yang berkelanjutan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Meningkatkan Inklusi Pasar Modal
BEI mengedepankan komitmen untuk terus memperluas inklusi pasar modal dan literasi keuangan di masyarakat. Upaya ini bukan hanya untuk meningkatkan jumlah investor, tapi juga untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang investasi dan risiko yang terkait.
Dengan keterlibatan aktif BEI dalam kegiatan edukasi, diharapkan akan semakin banyak orang yang memahami konsep dasar pasar modal dan berani berinvestasi. Ini penting untuk menciptakan stabilitas ekonomi nasional yang lebih baik di masa depan.
Sangat penting bagi masyarakat untuk lebih teredukasi mengenai investasi, agar mereka bisa berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara. Dengan pendekatan yang tepat, inklusi pasar modal dapat tercapai, dan masyarakat dapat menikmati manfaat dari berinvestasi secara cerdas.


