www.teropongpublik.id – Menjelang akhir tahun 2025, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan tentang pentingnya integritas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran. Dalam acara Morning Briefing di Aula UPTD Bapelkes Dinas Kesehatan, Gubernur Harum menekankan perlunya tata kelola yang bersih agar pengelolaan anggaran dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Pesan tersebut menjadi sangat relevan mengingat banyaknya tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dalam kesempatan itu, Gubernur Harum menegur praktik-praktik penyimpangan yang dapat menghambat pembangunan daerah, seperti mark up dan laporan proyek yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Dengan tegas, Gubernur menyebutkan bahwa pencapaian serapan anggaran bukanlah tujuan utama, melainkan harus diimbangi dengan hasil nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Hal ini menjadi tantangan bagi aparatur pemerintah untuk menjaga kualitas dari segala program yang mereka jalankan.
Pentingnya Tata Kelola dan Integritas dalam Pemerintahan
Tata kelola pemerintahan yang baik adalah fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan di suatu daerah. Gubernur Harum menjelaskan bahwa setiap aparatur pemerintah harus berkomitmen untuk menghindari praktik-praktik yang merugikan, seperti mark up dan proyek fiktif.
Kepatuhan terhadap spesifikasi dan dokumen pertanggungjawaban juga menjadi fokus utama. Gubernur menekankan pentingnya setiap rupiah yang dibelanjakan dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam pandangannya, anggaran yang dikelola haruslah menghasilkan proyek-proyek yang sesuai harapan. Masyarakat berhak mendapat hasil yang maksimal dari setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah, dan inilah yang menjadi tanggung jawab para aparatur pemerintah.
Target Serapan Anggaran yang Realistis dan Berorientasi Manfaat
Gubernur Harum mengungkapkan bahwa tahun ini, Pemprov Kaltim menargetkan serapan anggaran sebesar 92,34 persen. Namun, pencapaian tersebut tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Ia menyatakan bahwa hasil nyata dan manfaat bagi masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Ia memberi toleransi jika ada sedikit kelengkungan dalam mencapai target serapan, asalkan kegiatan yang dilakukan memberikan dampak yang luas. Hal ini menunjukkan visi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat, di mana hasil kerja nyata lebih penting daripada angka-angka dalam laporan.
Pengelolaan anggaran harus tetap fokus pada kebutuhan masyarakat. Gubernur berkomitmen untuk memastikan bahwa alokasi anggaran digunakan secara efisien dan tepat sasaran, karena masyarakat adalah pemangku kepentingan utama dari setiap kebijakan yang diambil.
Kualitas Proyek Sebagai Prioritas Utama dalam Anggaran
Salah satu penekanan Gubernur Harum adalah pentingnya menjaga kualitas proyek, khususnya yang dilakukan di akhir tahun anggaran. Meskipun banyak pekerjaan yang harus dikejar, kualitas tidak boleh dikorbankan demi memenuhi kuota serapan anggaran.
Proyek yang berkualitas tidak hanya akan bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi juga akan menjadi investasi jangka panjang bagi daerah. Oleh karena itu, aparatur pemerintah harus berkomitmen untuk mengutamakan standar kualitas dalam setiap proyek yang dilaksanakan.
“Kualitas pekerjaan harus tetap terjaga, agar masyarakat dapat merasakan manfaat yang baik dari setiap program yang dijalankan,” ujar Gubernur. Ini adalah peringatan bagi setiap individu dalam pemerintahan untuk berpikir jernih dan bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.
Ajakan untuk Bekerja Jujur dan Transparan
Di akhir arahannya, Gubernur Harum mengajak seluruh aparatur untuk memperlihatkan komitmen dalam menjalankan tugas dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab. “Cinta kepada daerah tidak cukup diungkapkan dengan kata-kata; tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Dengan semangat ini, diharapkan setiap aparatur pemerintahan dapat menjadi teladan bagi masyarakat. Keberlanjutan program-program pembangunan akan sangat bergantung pada integritas dan kejujuran dalam pengelolaan anggaran.
Mengakhiri pembicaraannya, Gubernur menyatakan keyakinannya bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, Kaltim dapat terus maju dan berkembang ke arah yang lebih baik. Masyarakat sangat mengharapkan kepemimpinan yang tidak hanya berpada pada aspek kuantitatif tetapi juga kualitatif.


