www.teropongpublik.id – Insiden yang mengejutkan terjadi di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, ketika pesawat Sriwijaya Air mengalami masalah serius saat mendarat. Pesawat dengan nomor penerbangan SJY135 rute Berau menuju Balikpapan mengalami ban pecah, tetapi beruntung tidak ada korban jiwa di antara penumpang maupun kru.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa sore, 17 Februari 2026, dan segera memicu tindakan cepat dari otoritas bandara. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia, R. Iwan Winaya Mahdar, menjelaskan bahwa meskipun ada kendala, semua 128 penumpang dinyatakan selamat.
Keberanian dan efisiensi tim bandara dalam menangani insiden ini patut diapresiasi. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi, mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang yang sempat terkejut akibat insiden mendebarkan ini.
Dari Berau Menuju Balikpapan dalam Perjalanan yang Tak Terduga
Penerbangan Sriwijaya Air yang tadinya diharapkan berjalan lancar, harus terhenti oleh kejadian yang tidak diinginkan. Pesawat tipe Boeing 737-500 mengalami kendala teknis yang cukup kritis, yaitu kerusakan pada ban saat mendarat. Insiden ini jelas menjadi perhatian bagi semua pihak yang terlibat dalam penerbangan dan pelayanan publik.
Evakuasi pun dilakukan oleh tim bandara setelah pesawat sudah menginjak landasan pacu. Penumpang yang terlibat dalam insiden tersebut segera diarahkan ke area terminal untuk memastikan keadaan mereka. Menurut Iwan, kejelasan informasi menjadi sangat penting dalam situasi seperti ini agar penumpang merasa aman.
Tak lama setelah kejadian, kondisi di bandara mulai stabil kembali. Kesigapan tim teknis dalam menangani masalah ini menunjukkan bahwa meskipun insiden terjadi, prosedur keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Penumpang dievakuasi dengan lancar dan turun dari pesawat dalam situasi yang terkendali.
Evakuasi dan Penanganan Cepat oleh Tim Bandara
Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan cepat. Tim keamanan dan teknis bandara, yang tampak siap siaga, memberikan kepastian kepada penumpang bahwa mereka berada dalam tangan yang tepat. Masing-masing penumpang diperiksa dan diarahkan ke lokasi aman untuk memastikan keadaan mereka.
Kepastian dari pihak Angkasa Pura tentang keselamatan penumpang merupakan hal yang sangat membantu. Tidak ada yang lebih penting daripada kesejahteraan orang-orang yang terlibat dalam insiden tersebut. Kepala Bandara mencatat bahwa semua penumpang terlihat baik-baik saja setelah proses evakuasi selesai.
Setelah insiden yang menimpa pesawat tersebut, situasi di bandara kembali terkendali. Penanganan cepat ini berhasil mengurangi kepanikan yang mungkin timbul di antara penumpang dan pengunjung bandara, yang sesaat terkejut dengan kejadian tersebut.
Dampak Insiden Terhadap Operasional Bandara dan Penerbangan Lain
Meski seluruh penumpang dinyatakan selamat, insiden ban pecah tersebut memberikan dampak terhadap operasional bandara. Penanganan yang intensif dilakukan untuk memastikan landasan pacu bersih dari material sisa ban dan aman untuk aktivitas penerbangan selanjutnya. Dampaknya, beberapa penerbangan mengalami keterlambatan.
Ada empat penerbangan yang terdampak langsung akibat insiden ini, dengan total keterlambatan sekitar 20 menit. Namun, berkat kerja sama tim teknis dan maskapai, gangguan terhadap arus lalu lintas udara bisa diminimalisir. Penumpang penerbangan lainnya pun tetap mendapatkan pelayanan yang baik meski dalam situasi yang tidak ideal.
Meskipun ada penundaan penerbangan, pihak Angkasa Pura memastikan tetap memberikan informasi yang jelas kepada semua penumpang. Hal ini penting untuk menjaga agar situasi tetap tenang dan menyenangkan bagi pengunjung bandara. Ruang tunggu tetap berfungsi baik selama proses ini berlangsung.
Normalisasi Operasional Bandara Setelah Insiden
Setelah sekitar 25 menit pasca-insiden, operasional bandara pun kembali normal. Pihak Angkasa Pura mengonfirmasi bahwa tidak ada penutupan total yang berkepanjangan dan aktivitas di Bandara SAMS Sepinggan kembali seperti biasa. Situasi dapat kembali terkendali adalah kabar baik bagi para penumpang dan staf bandara.
Aktivitas lepas landas dan pendaratan kembali dilanjutkan pada pukul 16.03 WITA, jadi pengunjung bisa melanjutkan perjalanan mereka tanpa perlu khawatir lebih lanjut. Tim teknis terus melakukan pemeriksaan terhadap pesawat yang mengalami masalah untuk menemukan akar penyebab isu yang terjadi.
Pemeriksaan terhadap pesawat Sriwijaya Air yang mengalami ban pecah sedang dilakukan untuk memastikan semua aspek teknis diperhatikan. Ketelitian dalam pemeriksaan ini diharapkan bisa mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama bagi semua pihak terkait.


