www.teropongpublik.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sedang mempersiapkan agenda Safari Ramadan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk tahun 2026. Rapat persiapan ini diadakan di Ruang Rapat Tepian II Kantor Gubernur pada tanggal 18 Februari 2026, menandakan komitmen untuk menjangkau seluruh wilayah di Bumi Etam.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa Safari Ramadan kali ini lebih dari sekadar kegiatan keagamaan. Ini adalah kesempatan penting untuk mempererat silaturahmi dan memastikan program pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lapisan bawah.
Pemerintah menginginkan agar semua warga, bahkan yang tinggal di lokasi terpencil, merasakan dampak dari agenda tahunan ini. Dengan melibatkan sektoral yang relevan, berbagai kegiatan direncanakan untuk menjangkau semua daerah, termasuk yang sulit dijangkau seperti Kabupaten Mahakam Ulu.
Jadwal dan Rute Safari Ramadan untuk Gubernur Kaltim 2026
Safari Ramadan 2026 akan berlangsung dari 20 Februari hingga 11 Maret, dengan penjadwalan yang mencakup berbagai daerah penting. Beberapa lokasi yang akan menjadi prioritas kunjungan adalah titik-titik strategis yang dapat memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat.
Gubernur dan Wakil Gubernur juga berencana mengunjungi beberapa kabupaten dan kota sebagai bagian dari agenda Kunjungan Kerja. Kabupaten Mahakam Ulu yang sebelumnya tidak terjangkau kini resmi menjadi bagian penting dari rute kunjungan, menunjukkan komitmen pemerintah untuk merangkul semua warga.
Rute kunjungan yang telah ditetapkan mencakup Kota Samarinda sebagai lokasi pembukaan, diikuti oleh kota-kota lainnya seperti Bontang, Kutai Timur, Berau, dan Paser. Agenda ini bahkan meliputi wilayah tempat tinggal warga yang paling terpencil.
- Kota Samarinda (Pembukaan)
- Kota Bontang
- Kabupaten Kutai Timur
- Kabupaten Berau
- Kabupaten Paser
- Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)
- Kota Balikpapan
- Kabupaten Kutai Kartanegara
- Kabupaten Kutai Barat
- Kabupaten Mahakam Ulu
Agenda Utama: Ibadah, Dialog, dan Peresmian Proyek
Persiapan telah dilakukan untuk merancang berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan di setiap lokasi kunjungan. Fokus utama adalah pada penguatan aspek keagamaan dan sosial, yang diharapkan mampu memperkuat ikatan antarwarga.
Di dalam safari ini, akan ada kegiatan Salat Subuh berjamaah serta buka puasa bersama ulama dan tokoh masyarakat. Ini termasuk pelaksanaan Salat Isya dan Tarawih di masjid-masjid besar di setiap daerah yang dikunjungi.
Giat tambahan, seperti Kaltim Berzakat, direncanakan akan dilaksanakan pada 23 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan memberikan kontribusi terhadap sesama.
- Penguatan Keagamaan: Salat Subuh berjamaah, Buka Puasa bersama ulama, serta Salat Isya dan Tarawih.
- Kaltim Berzakat: Dilaksanakan pada 23 Februari 2026 untuk mengoptimalkan gerakan zakat daerah.
- Dialog Intelektual: Diskusi bersama siswa SMA dan mahasiswa untuk menyerap aspirasi mereka.
- Penyerahan Bantuan: Penyaluran bantuan simbolis untuk perguruan tinggi dan lembaga keagamaan.
- Peresmian Infrastruktur: Peninjauan dan peresmian proyek strategis seperti jalan dan jembatan.
Momentum Keberlanjutan Pembangunan Melalui Safari Ramadan
Sri Wahyuni menekankan bahwa agenda ini merupakan momentum penting untuk memastikan keberlanjutan program pembangunan. Dengan adanya Safari Ramadan, pemerintah berharap setiap program dan bantuan sosial dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran mereka menandakan sinergi lintas sektoral yang diharapkan dapat membuat kegiatan ini berjalan tertib dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sinergi antar lembaga pemerintah sangat penting dalam mewujudkan tujuan dan harapan dari Safari Ramadan ini. Dengan keterlibatan semua lini, diharapkan para warga mendapatkan akses yang sama terhadap berbagai program yang tersedia.
Usaha yang dilakukan akan mengedepankan partisipasi publik, di mana masyarakat dapat terlibat dalam proses pembangunan. Dengan begitu, visi dan misi pemerintah akan semakin dekat dengan masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan tidak hanya hubungan antarwarga yang semakin erat, tetapi juga pelaksanaan program pembangunan yang lebih merata. Safari Ramadan akan menjadi jembatan untuk mencapai tujuan tersebut.


