www.teropongpublik.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur baru-baru ini mengumumkan pembentukan jajaran direksi baru untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan masa jabatan dari 2025 hingga 2030. Pengumuman ini disampaikan oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, melalui dokumen resmi yang dirilis pada 31 Oktober 2025.
Keputusan ini dihasilkan dari proses seleksi yang dilakukan secara terbuka, melalui evaluasi menyeluruh dan uji kelayakan terhadap para calon yang mendaftar. Penetapan ini diharapkan dapat menguatkan kinerja BUMD dalam melayani masyarakat dan menjalankan fungsinya secara efektif.
Salah satu tujuan dari pengangkatan ini adalah untuk menghadirkan pemimpin yang tidak hanya kompeten tetapi juga mampu menjadikan BUMD sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Kinerja yang baik diharapkan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kaltim secara keseluruhan, menjadikan keputusan ini sangat signifikan untuk masa depan provinsi ini.
Profil Direksi Baru BUMD Kaltim untuk Periode 2025–2030
Berdasarkan pengumuman resmi yang dirilis, ada beberapa nama yang ditetapkan untuk mengisi posisi penting dalam BUMD. Salah satu nama yang menonjol adalah Ruswan, yang akan menjabat sebagai Direktur Operasional PT Migas Mandiri Pratama Kaltim.
Selain Ruswan, juga terdapat Abdul Azis Muslim yang akan mengisi posisi Direktur Keuangan dan SDM. Ini menunjukan bahwa tim baru yang terbentuk memiliki kombinasi keterampilan yang beragam, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen.
Pada posisi penting lainnya, Muchammad Alfian dipercaya menjabat sebagai Direktur Operasional di PT Ketenagalistrikan Kaltim. Keputusan ini mencerminkan keinginan untuk memberikan penekanan lebih pada pengelolaan sumber daya energi yang efisien dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Kebijakan dan Harapan Gubernur Kaltim terhadap Direksi Baru
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa penetapan direksi ini tidak hanya sekadar formasi untuk mengisi jabatan, tetapi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme BUMD. “Kami menginginkan agar BUMD tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi daerah, tetapi juga pilar yang dapat diandalkan,” tegasnya.
Melalui jajaran direksi yang baru, pemerintah mengharapkan adanya peningkatan kinerja dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Poin-poin ini menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap BUMD dan perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan masyarakat.
“BUMD harus mampu memperlihatkan hasil nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Keinginan ini sekaligus menjadi tantangan bagi para direksi baru untuk senantiasa berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan yang mereka tawarkan.
Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui BUMD
Pemerintah Provinsi Kaltim menyusun strategi untuk mendorong BUMD agar berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. Dalam hal ini, gubernur berharap agar setiap BUMD dapat bersinergi dengan sektor-sektor lain untuk menciptakan peluang usaha baru.
Dengan mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada, BUMD diharapkan bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan asli daerah. Pendekatan yang kolaboratif akan memfasilitasi pengembangan usaha, baik dari segi kualitas maupun kuantitas produk yang dihasilkan.
Pentingnya kolaborasi ini ditegaskan oleh Gubernur Rudy Mas’ud, yang ingin menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan bagi semua pihak. Sinergi antara BUMD dan stakeholder lain mampu mendorong Kaltim menjadi daerah yang lebih kompetitif.
Keberadaan BUMD yang kuat tentunya diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak, sehingga dapat membantu mengurangi angka pengangguran di daerah. Dengan upaya berkelanjutan, perbaikan dalam sektor tenaga kerja akan terlihat secara bertahap.


