www.teropongpublik.id – Ajang penghargaan bergengsi Oscar 2026 baru saja mengumumkan daftar film yang akan melanjutkan ke tahap seleksi kategori Best International Feature Film. Dari 86 negara yang mengusulkan karya-karya terbaik mereka, hanya 15 film yang berhasil masuk dalam daftar pendek tersebut. Sayangnya, wakil Indonesia, yang berjudul Sore: Istri dari Masa Depan, belum dapat mencapai tahap berikutnya dalam kompetisi ini.
Kategori Best International Feature Film ditujukan bagi film-film panjang yang menggunakan bahasa non-Inggris. Persaingan tahun ini sangat ketat, dengan banyak negara Asia yang mengirimkan film-film yang kuat tidak hanya dari segi tema, tetapi juga dari segi estetika dan konteks sosial-politik yang diangkat.
Dari 15 film yang berhasil lolos, tujuh di antaranya berasal dari negara-negara di Asia. Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan kualitas dan keanekaragaman film yang dihasilkan oleh kontinen tersebut. Berikut adalah daftar film yang terpilih, diambil dari beberapa sumber terpercaya.
Film-Film Asia yang Masuk Nominasi Oscar 2026
Film pertama dalam daftar ini adalah Homebound, yang berasal dari India. Karya dari sutradara Neeraj Ghaywan ini menceritakan perjuangan dua sahabat yang bercita-cita menjadi polisi di tengah tantangan situasi pandemi COVID-19. Film ini berhasil menampilkan kehangatan persahabatan di tengah kesulitan hidup yang dihadapi masyarakat.
Selanjutnya, ada The President’s Cake dari Irak. Film ini mengisahkan seorang gadis berusia sembilan tahun yang ditugaskan untuk membuat kue ulang tahun bagi presiden. Disutradarai oleh Hasan Hadi, film ini memberikan perspektif anak-anak dalam konteks kepemimpinan yang penuh ketidakpastian.
Pada posisi ketiga, terdapat film Jepang berjudul Kokuho. Karya ini mengisahkan pertemuan dua pria dengan latar belakang yang sangat berbeda: seorang Yakuza dan seorang seniman Kabuki. Disutradarai oleh Lee Sang Il, film ini menggambarkan pertemuan budaya yang kental dan bermakna.
Keberagaman Tema dalam Perfilman Internasional
All That’s Left of You perwakilan Yordania, membawa penonton menelusuri jejak kehidupan remaja Palestina yang dibesarkan di Tepi Barat pada tahun 1980-an. Disutradarai oleh Cherien Dabis, film ini menangkap isu identitas yang sangat mendalam dan historis dalam bingkai drama yang personal.
Film Palestine 36, karya Annemarie Jacir, mengangkat perjuangan rakyat Palestina selama revolusi pada tahun 1936. Latar sejarah ini menjadi salah satu titik penting dalam memahami dinamika konflik dan kolonialisme di Timur Tengah. Film ini menunjukkan bagaimana sejarah dapat membentuk identitas dan kesadaran kolektif suatu bangsa.
Dari Korea Selatan, hadir No Other Choice yang disutradarai oleh Park Chan-wook. Film ini mengisahkan seorang buruh pabrik yang mengalami kehilangan pekerjaan dan berjuang untuk mencari kehidupan baru. Pendekatan yang digunakan dalam film ini mencakup elemen satir gelap, memberikan pandangan yang berbeda mengenai kehidupan masa kini.
Profil Film-Film Lain yang Menarik Perhatian
Taiwan juga turut berpartisipasi dengan film Left-Handed Girl. Film ini mengikuti kehidupan seorang ibu tunggal yang tinggal bersama dua putrinya di kawasan pasar malam. Disutradarai oleh Shih Ching Tsou, film ini mengangkat isu stigma terhadap penggunaan tangan kiri dalam budaya tertentu.
Melihat dari keberagaman tema yang diusung, tampak bahwa perfilman internasional dari Asia semakin menunjukkan kualitas yang patut diacungi jempol. Setiap film bersaing tidak hanya dengan kualitas sinematografi, tetapi juga kedalaman cerita yang dihadirkan. Hal ini menunjukkan bahwa film bukan sekadar hiburan, melainkan juga alat untuk menyampaikan pesan sosial yang relevan.
Tahap berikutnya, 15 film terpilih ini akan menjalani seleksi kembali untuk menentukan lima nominasi final pada Januari 2026. Pengumuman pemenang untuk kategori Best International Feature Film dijadwalkan berlangsung pada malam puncak Academy Awards yang akan diadakan pada tanggal 15 Maret 2026.


