www.teropongpublik.id – PENAJAM, Polres Penajam Paser Utara (PPU) baru saja menyampaikan hasil evaluasi kinerja serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025. Dalam acara Rilis Akhir Tahun yang berlangsung pada Rabu, 31 Desember 2025, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang berfungsi sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di sepanjang tahun ini, terdapat total 243 kasus tindak pidana yang ditangani oleh Polres PPU, sebuah angka yang mengalami peningkatan sebanyak 31 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Penanganan kasus tersebut sebagian besar didominasi oleh tindak kejahatan konvensional yang menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian.
Pemberantasan Narkotika: Fokus pada Pengurangan Kasus dan Peningkatan Barang Bukti
Di bidang narkotika, Polres PPU berhasil mengamati penurunan jumlah kasus, meskipun barang bukti yang berhasil diamankan mengalami peningkatan yang signifikan. Penurunan ini menunjukkan keberhasilan institusi dalam menjalankan tugasnya, meskipun tantangan tetap ada.
- Jumlah Kasus: 80 kasus (turun 11 kasus dibanding 2024).
- Barang Bukti Sabu: Naik menjadi 108,84 gram.
- Obat Keras: Meningkat hingga 29.589 butir.
- Profil Pelaku: Laki-laki di atas 30 tahun, dengan latar belakang pekerjaan buruh dan wiraswasta.
“Kami berhasil menekan jenis kejahatan yang meresahkan seperti judi online dan perdagangan orang. Namun, kami tetap menghadapi tantangan di sektor kejahatan konvensional seperti pencurian,” ujar AKBP Andreas Alek Danantara, menggarisbawahi tantangan yang masih ada. Penanganan kejahatan ini membutuhkan strategi terus-menerus.
Lalu Lintas: Meningkatnya Kesadaran Masyarakat dalam Berkendara
Pada sektor lalu lintas, terdapat tren positif yang menunjukkan adanya peningkatan kesadaran di masyarakat. Statistik mencatat bahwa pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan yang cukup signifikan, menunjukkan kontribusi masyarakat dalam meningkatkan keselamatan di jalan raya.
- Total Pelanggaran: 4.333 kasus (turun 1.730 pelanggaran dibanding 2024).
- Angka Kecelakaan: 68 kasus (turun 4 kasus).
- Titik Rawan: Kecamatan Penajam masih menjadi wilayah dengan kecelakaan tertinggi.
Status lalu lintas ini menjadi cerminan kesadaran masyarakat dalam berkendara, meski masih perlu ada perhatian pada titik-titik rawan kecelakaan yang harus segera ditangani. Upaya pencegahan melalui edukasi dan peningkatan infrastruktur perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Internal Polri: Komitmen dalam Meningkatkan Profesionalisme
Dalam hal internal, Polres PPU juga melaporkan penurunan pelanggaran di kalangan personel kepolisian. Tercatat hanya ada 12 kasus pelanggaran, menurun sebanyak 9 kasus dibandingkan tahun lalu, menunjukkan komitmen dalam meningkatkan disiplin dan profesionalisme.
Hal ini memberikan sinyal positif bagi masyarakat bahwa kepolisian berupaya untuk menjadi lebih baik. Komitmen dari Kapolres untuk meningkatkan integritas anggota dalam pelayanan sangatlah penting demi membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Prioritas 2026: Mengawal Pembangunan Ibu Kota Nusantara
Di akhir laporannya, AKBP Andreas mengajak masyarakat untuk bersinergi dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Mengingat posisi strategis PPU, stabilitas kamtibmas menjadi modal utama bagi kesuksesan agenda pembangunan nasional tersebut.
“Mari kita sambut tahun 2026 dengan semangat untuk menjaga stabilitas daerah. Keamanan adalah langkah awal bagi setiap pembangunan, terutama di wilayah Penajam Paser Utara yang kini menjadi perhatian internasional,” tutupnya.


