www.teropongpublik.id – MAKASSAR, Awan mendung tampak jelas di langit markas PSM Makassar. Dalam suasana yang penuh dengan harapan, tim yang dikenal dengan nama “Pasukan Ramang” baru saja mengalami tiga kekalahan berturut-turut di musim Super League 2025/26, yang menjadikan situasi semakin mendesak bagi pelatih, Tomas Trucha.
Setelah memulai musim dengan performa yang menjanjikan, kini Yuran Fernandes dan rekan-rekan timnya menghadapi penurunan yang drastis. Masalah klasik, seperti inkonsistensi selama pertandingan dan ketidakmampuan dalam penyelesaian akhir, kembali menghantui mereka.
Hal ini sangat mengganggu, apalagi setelah kekalahan terakhir melawan Borneo FC Samarinda, di mana hasil akhir 2-1 jelas menunjukkan bahwa ada yang salah dengan kinerja tim. Ini menjadi alarm bagi semua pihak yang terlibat, terutama pelatih yang bertanggung jawab atas strategi permainan.
Kelemahan yang Terungkap: Dominasi di Awal, Ketidakmampuan di Akhir
Dalam laga melawan Borneo FC, PSM Makassar sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat baik, berkat gol yang diciptakan oleh Alex Tanque di menit kedua. Namun, keunggulan ini tidak bertahan lama, karena di babak kedua, tim seolah kehilangan arah dan kesulitan dalam membangun serangan.
Bahkan, PSM seringkali terjebak dalam pelanggaran yang tidak perlu, yang membuat permainan semakin sulit. Pelatih Tomas Trucha tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya, mencatat bahwa meskipun mereka memiliki peluang, penyelesaian akhir tetap menjadi masalah besar.
Kekalahan ini hanya menambah derita mereka setelah dua pertandingan sebelumnya melawan Malut United FC dan Persib Bandung. Dalam ketiga laga tersebut, pola kegagalan yang sama tetap terlihat: kesulitan menjaga momentum permainan.
Pertahanan yang Rentan Terhadap Serangan Udara
Kekalahan dari Borneo FC juga mengungkapkan kelemahan mendasar di lini pertahanan PSM. Dua gol yang dicetak oleh Joel Vinicius berasal dari skema yang mirip: umpan lambung dan sundulan. Ini menunjukkan adanya masalah serius dengan pertahanan terhadap bola udara.
Gawang yang dijaga oleh Hilman Syah kembali kebobolan melalui skema yang sama, persis seperti saat mereka takluk kepada Persib Bandung. Tomas Trucha menegaskan pentingnya evaluasi mendalam untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang telah terjadi.
Latihan dan analisis menjadi kata kunci untuk memperbaiki situasi. Mengulang kesalahan yang sama hanya akan memperparah kondisi tim yang saat ini sudah berada di bawah tekanan.
Kondisi Darurat: Pertandingan Melawan Bali United yang Menentukan
PSM Makassar tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan. Pada Jumat, 9 Januari 2026, mereka akan menghadapi Bali United FC di Stadion BJ Habibie, Parepare. Pertandingan ini dianggap sebagai momen krusial bagi tim.
Dukungan dari suporter di Parepare diharapkan bisa mengangkat semangat tim untuk menghentikan rentetan hasil negatif. Pelatih Trucha menginginkan hasil positif sebagai langkah awal untuk memperbaiki performa tim yang memprihatinkan.
“Menang adalah harga mati. Kami sudah mengalami kekalahan tiga kali berturut-turut, dan situasi ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya, seraya berharap para pemain bisa memberikan yang terbaik dalam pertandingan yang akan datang.
Dengan segala tekanan yang ada, PSM Makassar harus berjuang ekstra untuk bangkit. Setiap pemain diharapkan untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dan berfokus pada strategi yang telah disiapkan. Hanya dengan semangat juang dan kerja keras, tim bisa kembali ke jalur kemenangan.
Situasi yang menimpa PSM saat ini menunjukkan betapa pentingnya konsistensi dalam sepak bola. Hal ini tidak hanya melibatkan kemampuan individu tetapi juga kekompakan tim. Keterpurukan yang dialami harus menjadi pelajaran berharga untuk seterusnya.
Beberapa pelatih sukses telah mengatakan bahwa kegagalan adalah bagian dari olahraga. Meskipun saat ini PSM sedang terpuruk, ke depan mereka harus belajar untuk bangkit dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk memperbaiki performa.


