www.teropongpublik.id – JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan sebuah peringatan tegas kepada PSSI dan pelatih baru Tim Nasional Indonesia, John Herdman. Dalam pandangannya, perkembangan sepak bola nasional tidak dapat dicapai melalui cara-cara instan yang hanya mengandalkan perubahan pelatih semata.
Hetifah menegaskan bahwa untuk mencapai prestasi yang berkelanjutan, diperlukan penguatan sistem pembinaan yang bersifat jangka panjang. Hal ini diungkapkannya setelah PSSI secara resmi mengumumkan perekrutan John Herdman pada 3 Januari 2026, menggantikan Patrick Kluivert yang mengundurkan diri.
Pernyataan ini menjadi sorotan penting, terutama setelah Tim Nasional Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Diperlukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki kesalahan yang telah terjadi, bukan sekadar mencari solusi cepat.
Menelaah Pentingnya Sistem Pembinaan dalam Sepak Bola Nasional
Pentingnya sistem pembinaan yang terstruktur harus menjadi fokus utama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan sepak bola. Hetifah mengingatkan bahwa mengganti pelatih bukanlah solusi utama untuk meningkatkan performa tim. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis perlu diambil agar hasil maksimal bisa dicapai.
Dia menambahkan bahwa sepak bola bukanlah proyek pendek yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Perlu ada upaya berkelanjutan dan konsisten untuk membangun tim yang kompetitif. Sepak bola adalah sebuah proses yang panjang dan di dalamnya ada dinamika yang harus dipahami dengan baik.
Sekali lagi, Hetifah mengingatkan bahwa penggantian pelatih harus diimbangi dengan pengembangan sistem yang sistematis. Hal ini perlu dilakukan agar generasi pemain yang baru bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, yang pada gilirannya akan berefek positif terhadap tim nasional.
Membangun Fondasi Sehat bagi Sepak Bola Usia Dini
Dalam pandangannya, ada tiga pilar utama yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pengembangan sepak bola Indonesia. Hal pertama yang diutarakan Hetifah adalah penguatan pembinaan usia muda melalui akademi sepak bola yang terintegrasi di seluruh tanah air.
Sebagai langkah kedua, kompetisi berjenjang harus diciptakan agar talenta lokal dapat berkembang dengan baik. Dengan adanya liga yang sehat, pemain muda bisa melatih kemampuan mereka di lapangan secara intensif.
Ketiga, regenerasi pemain juga menjadi aspek penting untuk dijaga agar suplai pemain berkualitas ke tim nasional tidak terputus. Tanpa regenerasi yang kuat, setiap strategi pelatih dapat menjadi sia-sia jika tidak ada pemain-pemain baru yang mampu mendukungnya.
Peranan Komisi X dalam Pengawasan dan Transformasi Sepak Bola Nasional
Komisi X DPR RI berupaya keras untuk mengawal transformasi yang vital dalam tata kelola sepak bola nasional. Hetifah menekankan pentingnya kolaborasi yang solid antara PSSI dan pemerintah dalam mewujudkan visi sepak bola yang lebih baik untuk masa depan. Hal ini mencakup perubahan filosofi bermain yang lebih terstruktur.
Diharapkan kepemimpinan John Herdman dapat membawa perubahan positif dalam mengelola dan membina pemain. Namun, Hetifah juga menyatakan bahwa keberhasilan tidak bisa bergantung hanya pada satu tokoh, melainkan harus berorientasi pada sistem yang stabil dan berkelanjutan.
Dengan adanya pengawasan yang ketat dari Komisi X, diharapkan perubahan dalam tata kelola dan pembinaan dapat berjalan sesuai rencana. Ini penting tidak hanya untuk perkembangan tim nasional, tetapi juga untuk masa depan sepak bola Indonesia di kancah internasional.


