www.teropongpublik.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini menyerahkan berkas pengusulan 40 nama tokoh nasional untuk menerima gelar Pahlawan Nasional. Serah terima ini dilakukan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, dan melibatkan berbagai nama penting dalam sejarah Indonesia.
Dua tokoh besar yang menjadi sorotan dalam daftar tersebut adalah Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, yang lebih dikenal sebagai Gus Dur. Tidak hanya mereka, tetapi aktifis buruh perempuan, Marsinah, juga turut diusulkan, menambah keragaman latar belakang para tokoh yang diajukan.
Menurut Gus Ipul, proses pengusulan ini bukanlah hal yang instan. “Usulan ini telah melalui proses panjang selama beberapa tahun, di mana ada nama yang telah memenuhi syarat sejak 5 hingga 7 tahun lalu,” ujarnya.
Pengusulan Gelar Pahlawan Melalui Proses Panjang
Pendaftaran nama-nama tokoh yang diusulkan sebagai Pahlawan Nasional berawal dari inisiatif masyarakat. Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) berperan penting dalam pengkajian tersebut sebelum akhirnya berkas disampaikan ke Kementerian Sosial.
Gus Ipul menambahkan bahwa setiap dokumen yang diterima sudah ditandatangani oleh bupati atau wali kota setempat. Proses ini menunjukkan bagaimana pengusulan gelar pahlawan melibatkan partisipasi berbagai lapisan masyarakat.
Setelah pengumpulan data di daerah, tahap berikutnya adalah kajian lanjutan di tingkat pusat. “Kami melakukan pengkajian yang mendalam sebelum menyerahkan hasilnya kepada Dewan Gelar untuk diproses lebih lanjut,” jelas Gus Ipul.
Daftar Lengkap Tokoh-Tokoh yang Diusulkan untuk Dihormati
Selain Soeharto dan Gus Dur, daftar usulan juga mencakup beberapa nama lain yang tak kalah penting. Tokoh-tokoh ini mencakup Syaikhona Muhammad Kholil, seorang ulama karismatik asal Bangkalan, Madura.
- KH Bisri Syansuri, seorang Rais Aam PBNU yang dikenal berperan aktif dalam pengembangan agama.
- KH Muhammad Yusuf Hasyim, ulama dari Tebuireng, Jombang, yang juga sangat terkenal di kalangan masyarakat.
- Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf, sosok militer asal Sulawesi Selatan yang berkontribusi dalam banyak aspek.
- Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin, mantan Gubernur DKI Jakarta, yang dikenal luas dalam politik.
Proses Kajian yang Melibatkan Banyak Pihak
Fadli Zon, Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, menegaskan bahwa setiap nama yang diusulkan telah melewati tahapan kajian yang komprehensif. “Kami akan segera menggelar sidang bersama Tim Dewan Gelar untuk mendiskusikan hasil usulan ini,” ujarnya.
Menurutnya, sidang pertama akan diadakan segera, dan hasilnya nanti akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia. Ini menunjukkan tingkat keseriusan dan formalitas dalam proses pengusulan gelar pahlawan.
Acara serah terima berkas ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Wakil Menteri Budaya Giring Ganesha. Kehadiran mereka menambah bobot acara dan menunjukkan dukungan terhadap inisiatif ini.
Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat Tahun 2025
Usulan 40 nama yang telah diproses merupakan hasil dari kerja keras Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) tahun 2025. Tim ini terdiri dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, tokoh masyarakat, dan militer, sehingga memberikan perspektif yang luas dalam pengkajian.
Dipimpin oleh Prof. Dr. Usep Abdul Matin, MA, tim ini juga mencakup para anggota bergelar tinggi yang memiliki pengalaman di berbagai bidang. Di antaranya adalah Dr. Bondan Kanumoyoso dan Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan.
Penyerahan berkas ini menandai langkah terakhir sebelum Dewan Gelar memutuskan siapa saja yang berhak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Dengan target peringatan Hari Pahlawan pada 10 November, momentum ini sangat penting untuk menghormati jasa-jasa para tokoh yang diusulkan.


