www.teropongpublik.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) pada bulan Agustus yang lalu sebagai upaya untuk membantu masyarakat dan mengurangi inflasi di wilayah tersebut. Program ini diharapkan dapat memberikan akses lebih baik bagi masyarakat terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
GPM pertama kali diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Kukar pada tanggal 22 Agustus 2025. Dalam kesempatan ini, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kukar menyiapkan berbagai komoditas dengan harga subsidi yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan HUT Ri ke-80.
Di GPM tersebut, warga dapat membeli beras lokal seharga Rp13 ribu per kilogram, harga ini lebih murah dibandingkan dengan harga pasar yang mencapai Rp15 ribu. Selisih harga tersebut dapat ditekan berkat adanya subsidi dari Perusda MGRM sebesar Rp2.500 per kilogram, yang bertujuan untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat, terutama menjelang musim panen gadu.
Pentingnya Akses Terhadap Pangan Murah di Masyarakat
Akses terhadap pangan yang terjangkau sangatlah penting, terutama bagi masyarakat di daerah yang rentan mengalami kesulitan ekonomi. GPM merupakan langkah konkrit untuk memberikan kesempatan bagi warga mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih bersahabat.
Subsidi yang diberikan pada komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai, serta sayur dan buah segar juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi tantangan inflasi. Dengan harga yang lebih murah, diharapkan warga memiliki daya beli yang lebih baik.
Program ini tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas harga. Dengan menjamin ketersediaan bahan pokok, diharapkan tidak ada lonjakan harga yang signifikan di pasar lokal.
Kolaborasi yang Mendorong Sukses Gerakan Pangan Murah
Kegiatan GPM tidak hanya melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, tetapi juga kolaborasi dengan berbagai lembaga seperti Kejaksaan Negeri Kukar, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, serta Bulog. Sinergi ini memungkinkan GPM berjalan dengan lancar dan optimal.
Pada tanggal 28 Agustus 2025, GPM kembali diadakan di Taman Creative Park Tenggarong, dengan partisipasi yang lebih luas. Kegiatan ini melibatkan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) serta perusahaan-perusahaan daerah yang turut berkontribusi dalam penyediaan pangan.
Menurut Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, program ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang panen gadu di mana stok beras sering kali menipis. Dengan adanya intervensi ini, diharapkan harga bahan pokok tetap terjaga stabil, memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Komoditas Unggulan dan Keuntungan Bagi Masyarakat
Di dalam program GPM, komoditas yang ditawarkan bermacam-macam, termasuk beras, minyak goreng, ayam ras, hingga tabung LPG 3 kg. Hal ini menunjukkan keberagaman pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga subsidi yang lebih rendah.
Berbagai jenis beras yang disediakan, seperti beras SPHP dari Bulog, menjadi pilihan lain yang terjangkau. Pengujian laboratorium yang menjamin keamanan beras lokal dari pestisida berlebih merupakan langkah penting yang diambil oleh DKP untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Keberadaan GPM diharapkan tidak hanya menjadi acara sesaat, tetapi juga sebagai program berkelanjutan yang dapat memberikan solusi jangka panjang untuk masalah pangan di Kukar. Dengan akses yang lebih baik terhadap pangan murah, diharapkan masyarakat mampu menciptakan ketahanan pangan yang lebih solid.


