www.teropongpublik.id – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur baru-baru ini mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang diadakan di Hotel Jatra, Balikpapan. Acara ini bukan hanya sekadar penutup kalender kegiatan tahunan, tetapi juga merupakan momen penting untuk mengevaluasi capaian prestasi serta menetapkan arah kebijakan organisasi di masa depan.
Rakerda kali ini berfokus pada evaluasi program yang telah dilaksanakan selama ini, dengan tujuan untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih oleh LPTQ Kaltim. Keberhasilan meraih juara umum di tingkat nasional, terutama pada dua event bergengsi yaitu MTQ dan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH), menjadi salah satu prestasi yang ditekankan dalam pertemuan ini.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, selaku Ketua LPTQ Kaltim, menyatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan beban tanggung jawab yang lebih berat bagi pengurus. Menurutnya, keberhasilan yang diraih tidak hanya membuat masyarakat menghargai kinerja, tetapi juga menjadi harapan untuk kegiatan yang lebih baik di masa mendatang.
Evaluasi Program untuk Mempertahankan Prestasi yang Dicapai
Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menekankan pentingnya konsolidasi organisasi untuk menjaga marwah LPTQ Kaltim. Ia menambah bahwa mencapai dua kali juara nasional berturut-turut bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan justru awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa LPTQ Kaltim perlu terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas program pembinaan yang ada.
Dalam konteks ini, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim, Dasmiah, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II LPTQ Kaltim, mengungkapkan bahwa LPTQ Kaltim saat ini menjadi rujukan di tingkat nasional. Ini terlihat dari banyaknya pengurus LPTQ dari berbagai provinsi yang datang ke Kaltim untuk mempelajari metode dan sistem yang diterapkan di daerah ini.
Dalam Rakerda, agenda diskusi diisi dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber yang berkompeten. Hal ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk belajar langsung dari pengalaman dan pengamatan mereka di lapangan. Suasana diskusi yang dinamis terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang diberikan oleh para peserta.
Peran Penting Diskusi Dalam Rakerda
Rakerda ini juga memberikan kesempatan kepada para narasumber untuk menjelaskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pembinaan. Diskusi panel yang dipandu oleh Wakil Ketua LPTQ Kaltim, Jauhar Efendi, menjadi ajang penting untuk berbagi gagasan dan best practices. Bukan hanya itu, materi yang disampaikan juga meliputi pola perekrutan pelatih daerah, yang menjadi salah satu kunci kesuksesan di tingkat nasional.
Melalui pertukaran informasi selama Rakerda, harapannya adalah setiap peserta dapat mengimplementasikan hasil diskusi di daerahnya masing-masing. Ini merupakan langkah nyata dalam upaya memperkuat sistem pembinaan yang ada dan meningkatkan konsistensi prestasi.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam proses pengembangan qari dan qariah. Dengan demikian, regenerasi dalam bidang tilawah dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Harapan Besar untuk Masa Depan LPTQ Kaltim
Menutup Rakerda, para pengurus LPTQ Kaltim menegaskan komitmen mereka untuk terus berupaya mencapai prestasi yang lebih tinggi. Melalui sistem pembinaan yang solid dan program yang terencana dengan baik, diharapkan LPTQ Kaltim dapat mempertahankan posisinya sebagai barometer MTQ di tingkat nasional.
Sri Wahyuni kembali menekankan pentingnya dukungan penuh dari semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah. Kolaborasi yang baik antar stakeholder akan menjadi kunci dalam meningkatkan prestasi dan kualitas pembinaan Qari dan Qariah di masa yang akan datang.
Akhirnya, Rakerda ini tidak hanya diharapkan menjadi forum evaluasi, tetapi juga sebagai titik awal untuk menyusun langkah-langkah strategis yang lebih efektif dalam mengembangkan potensi generasi mendatang. Dengan tekad yang kuat, LPTQ Kaltim berkomitmen untuk terus menghasilkan karya nyata di dunia tilawah yang dapat dibanggakan oleh seluruh masyarakat.


